Mengenal Perkembangbiakan Tumbuhan Bersama Kelas III A

Tumbuhan merupakan salah satu contoh makhluk hidup selain manusia dan hewan. Sebagai salah satu jenis makhluk hidup, tentu tumbuhan pun memiliki ciri-ciri yang sama dengan makhluk hidup lainnya, yaitu dapat berkembang biak.
Berkembang biak artinya makhluk hidup bertambah banyak untuk mempertahankan jenisnya agar tidak punah. Siswa kelas III pada bulan Juli 2023 kemarin mempelajari tentang perkembangbiakan tumbuhan dengan cara biji, tunas, setek, okulasi dan spora.
Salah satu cara berkembang biak tumbuhan yang banyak dikenal siswa adalah dengan cara biji, di mana sebuah tanaman akan menghasilkan biji dari buah yang dihasilkan pohonnya. Biji tersebut dapat ditanam atau diletakkan di atas tanah yang subur, kemudian biji akan mengeluarkan kecambah pertanda biji tersebut dapat tumbuh, ketika kecambah sudah mulai ditumbuhi daun, makan biji sudah dapat dikatakan menjadi tanaman baru.
Untuk membangun pengetahuan yang konkret, siswa kelas III A melaksanakan kegiatan Percobaan Pengamatan Perkecambahan pada Biji Kacang Hijau.
Adapun alat dan bahan yang disiapkan oleh siswa :
- Gelas plastik
- Kapas
- Air
- Biji kacang hijau
Setelah siap alat dan bahan, siswa melakukan percobaan sesuai instruksi yang telah diberikan guru pada LKS (Lembar Kerja Siswa)
- Siapkan alat dan bahan
- Basahi 2 kapas dengan air secukupnya
- Masukkan kapas basah ke dalam gelas plastik, sampai dasar gelas tertutupi oleh kapas
- Letakkan beberapa biji kacang hijau di atas kapas
- Letakkan biji kacang hijau di dalam gelas plastik tersebut di dekat jendela agar terpapar sinar matahari.
Pengamatan ini dilaksanakan selama 5 hari mulai Selasa, 25 Juli 2023 sampai Sabtu, 29 Juli 2023. Dari 8 kelompok yang ada, 5 kelompok melaporkan bahwa kecambahnya telah tumbuh menjadi tanaman baru, sedangkan sisanya yaitu sebanyak 3 kelompok mengalami kegagalan.
Namun, hal itu tak jadi masalah, dalam pembelajaran, keberhasilan dan kegagalan adalah hal yang berdampingan. Siswa kelas III A akhirnya belajar menganalisis penyebab kegagalan tersebut dan ditemukan bahwa kekurangan air dan kurangnya paparan sinar matahari menjadi faktor kegagalan terbesar dari percobaan ini.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- TEBA MODERN SOLUSI SEDERHANA ATASI SAMPAH ORGANIK DI SD NEGERI 4 UBUNG
- Makna dan Hikmah Persembahyangan Purnama Hari Suci Bagi Umat Hindu
- PERSEMBAHYANGAN HARI SUCI PURNAMA KELIMA SD NEGERI 4 UBUNG
- Pengumuman Kelulusan Peserta Didik Kelas VI SD Negeri 4 Ubung Tahun Ajaran 2024/2025
- SEMARAK HARI SARASWATI BERSAMA KELUARGA BESAR SD NEGERI 4 UBUNG
Kembali ke Atas


